PERKEMBANGAN ANAK BERDASARKAN UMUR

Ketika memasuki usia tiga tahun, anak mulai memperoleh kesadaran diri berikut pengetahuan-pengetauan tentang aturan dan penerimaan standar sosial. Anak dapat mengevaluasi pikiran, rencana, keinginan, dan tingkah lakunya dengan pertimbangan sosial yang sesuai. Dengan cara ini anak mengevaluasi diri, seperti rasa bangga, bersalah dan malu.Setiap orang menampilkan reaksi emosi yang berbeda, baik dari segi bagaimana mereka merasakanya, peristiwa apa yang menjadi pencetusnya, dan bagaimana manifestasi fisik yang ditunjukan, serta apa yang mereka lakukan.12 Kehidupan fantasi anak usia tiga tahun akan membantunya mengeksplorasi dan mendapatkan berbagai emosi, dari cerita dan ketergantungan sampai marah, protes dan ketakutan. Tidak saja mencoba berbagai identitas sendiri, tetapi juga seringkali memberikan kualitas hidup dan emosi terhadap benda-benda tidak bernyawa seperti pohon. Pada usia ini anak menjadi energik, penuh semangat, suka memerintah, suka berkelahi dan secara umum mempunyai perilaku yang tak terkendali. Pada akhirya, fase ini akan hilang (tepat ketika orang tua tidak bisa menahanya) dan perlahan-lahan seorang anak yang tenang, serta lebih percaya diri muncul pada ulang tahunya yang kelima.

Ketika anak memasuki usia empat tahun adalah usia yang sulit dihadapi. Setiap hari akan muncul tantangan baru yang perlu dihadapi. Gejolak emosional yang tinggi dan rendah membuat anak tampak tenang dan berani di satu saat tetapi tidak tenang dan merengek di saat lain. Selain itu, anak usia empat tahun mulai membangun beberapa rutinitas, tidak menghendaki perubahan karena takut kalau dia tidak tahu apa yang harus dilakukanya. Sikap yang kaku ini mencerminkan perasaan tidak aman yang di alaminya selama bulan-bulan ini. Perilaku anak yang di luar batas juga terlihat pada bahasa yang digunakanya. Anak sedang menggunakan kata-kata kasar dan mengamati ekspresi orang tua ketika mengucpkanya. Anak menggunakan kata-kata ini untuk mendapat respon dari orang lainsehingga tidak perlu bereaksi berebihan dalam menghadapi anak tersebut. Pada usia ini anak masih kurang memahai tentang kepemilikan . Segala sesuatu dianggap miliknya. Anak usia empat tahun bukanlah pencuri atau pembohong, Mereka hanya beranggapan bahwa kepemilikan adalah hak kepunyaaanya.

Yang juga terlihat jelas sepanjang tahun ini adalah lonjakan besar dari ide-ide imajinatif yang muncul dari pikiran dan mulut si anak. Semua jenis pemikiran dan perilaku ini membantu anak membangun dasar yang kokoh sewaktu di melangkah kedunia taman kanak-kanak.

Kehidupan fantasi anak yang berusia empat tahun akan tetap sangat aktif . Akan tetapi, dia sekarang belajar membedakan antara kenyataan dan yang dibuat-buat, dan anak akan dapat masuk-keluar di antara kedua keadaan tersebut tanpa menjadi bingung. Pada usia ini juga mulai menunjukan minatnya dalam seksualias dasar, baik pada dirinya sendiri maupun seksualitas terhadap jenis kelamin yang berbeda. Selain itu, Anak dapat juga terpesona terhadap ayah atau ibunya. Anak perempuan berusia empat tahun akan bersaing dengan ibunya untuk mendapatkan perhatian ayahnya, sama seperti anak laki-laki berlomba untuk mendapatkan perhatian dari ibunya.19 Pada akhir masa kanak-kanak biasanya mulai pada usia 5 atau 6 tahun dan tepat pada waktu anak mulai sekolah. Ini adalah masa yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang kuat dan kemampuan-kemampuan intelektual yang sangat penting. Ketika anak memasuki tahun-tahun akhir masa kanak-kanak biasanya anak mulai bergabung dengan kelompok dan menemukan tempatnya sendiri diantara teman-teman sebayanya. Melalui proses sosialisasi ini, anak mulai membedakan peran laki-laki dan wanita, menguji kemampuan-kemampuanya sendiri dalam hubunganya dengan kemampuan dari kawan-kawanya dan mempelajari beberapa keterampilan sosial dasar. Apa saja yang mengganggu proses tersebut dapat menimbulkan stres dan gangguan kepribadian. Kondisi-kondisi  lain yang dapat merusak perkembangan anak adalah bila anak dikekang dan tingkah lakunya dibatasi sedemikian rupa agar anak turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang lebih menyenangkan orang tua daripada menyenangkan dirinya sendiri yang dapat mengalami masalah-masalah sulit dalam penyesuaian diri sama seperti anak yang terlalu dimanjakan dan menjadi egosentrik.  Dengan bertambahnya umur, menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam ekspresi emosional. Bertambahnya pengetahuan dan pemanfaatan media massa atau keseluruhan latar belakang pengalaman, berpengaruh terhadap perubahan-perubahan emosional ini.

 

DAFTAR PUSTAKA :

Sastroasmoro, S. 2007. Membina Tumbuh-Kembang Bayi dan Balita. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

 

Mashar, R. 2011. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembanganya. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Puspitasari, AM. The Probem Health Of Ummah and Solution [Serial Online]. 5 Januari 2012 [dikutip pada tangga 4 Mei 2012 jam 14.30 WIB] tersedia dari:URL: http://http://blog.fkik.umy.ac.id/pski/2012/ 01/05/the-problem-health-of-ummah-and-solution

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s