Terapi Nutrisi bagi Penderita Autis

AutisNutrisi menjadi perial yang penting bagi ibu atau keluaraga yang memiliki anak yang menderita autism e kerena ternyata  factor penyebab lain autism e adalah gangguan susunan syaraf pusat akibat gangguan metabolism yang mengganggu kerja otak seperti kekurangan vitamin, mineral, enzim dan sebagaina.

Sorang pederita autis memiliki fungsi organ yang tidak seperti orang normal pada umumnya sehinggaa dalah hal memilih makanan untuk penderita autis tidak boleh sembaarangan. Studi lain menunjukan bahwa jalur biokimia penderita aitisme tidak berfungi optimal, jdi ada diet khusu yang harus diberlakukan bagi si penderita.

Mengapa perlu diet ?

Kebanyakan anak penderita autism mngalami gngguan pada system pencernaan mereka. Diataranya gangguan hipermeabilitas usus (leaky gut syndrom), malabsorbsi, entericolitis (peradangan usus), gangguan detiksifikasi dan beberapa gangguan lainya. Semua jenis abnormalitas ada usus tersebut mengggangu kinerja alat pencernaan.. Jika kinerjanya terganggu maka bisa terjadi berbagai macam defisisensi nutrisi.

Hal tersebut ditambah lagi denga kecenderunga pola makan anak dnegan autism yang sangat sulit menerima danmncerna mkanan. Mereka mem[nyai alat pengecapan yang sangat peka dan kebanyakn hanya menyukai satu enis makanan tertentu, tidak mau meniccipi makanan yang lain. Kebanyakan dari mereka tak suka sayur dan tak suka buah. Bahkan ada yang tiap hari menyantap mie instan. Hal tersebut tentu perlu mendapatkan perhatian orangtua mengenai pentingnya nutrisi bagi kesehatn anak.

Makanan yang perlu dihindari?

setelah tidak mengkonsumsi susu sapi dan terigu. Kenapa demikian ? alasannya karena hampir semua anak autis menderita Multiple Food Alergi / Alergi Makanan, sehingga perlu dilakukan pengaturan dukungan nutrisi yang sesuai dan seimbang, sebagai contoh yang paling sering terjadi menurut pengalaman saya, kebanyakan anak autis lebih sering cenderung bersikap hiperaktif bila di beri susu sapi, cokelat, dan makanan yang terbuat dari terigu.

Pengaturan nutrisi dan diet untuk anak autis berikut contoh bahan makanan dan minuman yang dilarang, adalah :

  • Diet bebas Gluten dan Kasein. Gluten : Makanan yang mengandung terigu ( Mie, roti, biskuit ).Kasein : mentega,mozarella butter, butter, susu sapi, yoghurt, susu kambing, susu bubuk, keju, laktalbumin, cream.
  • Diet bebas gula : gula pasir, soft drink, sirup, fruit juice kemasan.
  • Diet bebas jamur/fermentasi : minuman fermentasi, kecap, vermipan, tauco, baking soda, keju, soft drink.
  • Diet bebas zat aditif : pewarna makanan, penambah rasa, dan pengawet makanan.
  • Diet bebas fenol dan salisilat : buah berwarna cerah, anggur, apel, almond, cherry, plum, prune, jeruk, tomat.
  • Diet rotasi dan eliminasi : diketahui dan dilakukan setelah melakukan test alergi.
  • Pengaturan alat masak dan saat pemberian makanan : Alat masak dari bahan yang tidak mengandung logam berat. Makanan yang tinggi protein di berikan saat makan pagi untuk mencegah anak hiperaktif.
  • Pemberian suplemen yang sesuai.

Catatan : sebaiknya sebelum melakukan diet, lakukanlah test alergi terlebih dahulu.

Sumber : majalah harmony dan http://kesehatan.kompasiana.com

 

 

GANGGUAN TUMBUH KEMBANG

Gangguan bicra dan bahasa sensitive

Kemammpuan berbahasa merupakan indicator seluruh pekembangan anak. Karena kemampuan berbahasa sensitive terhadap keterlambatan atau kerusakan pada system lainya, sebab elibatkan kemampuan kognitif, motor, psikologis,emosi dan lingkungan sekita anak. Kurangnya stimuasi akan dapat menyebabkan gangguan bicara dan berbahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.

Cerebral palsy

Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progesif, yang disebabkan oleh karena suatu kerusakan atau gangguan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh atau belum selesai pertubuhnya.

Sindrom Down

Anak dengan sindrom down adalah individu yang dapat dikenal dari fenotipnya dan  mempuyai kecerdaasan yang terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlaah kromosom 21 yang lebih. Perkembanganya lebih lambat dari anak yang normal. Beberapa factor seperti kelainan jantung congenital, hipotonia yang berat, msalah biologis atau lingkungan lainya dapat menyebabkan keterlambatn perkembangann motorik dan keterampian untuk menlong diri sendiri.

Perawakan Pendek

Short stature atau perawakan pendek merupakan suatu terminology mengenai tinggi badan yang berada dibawah persenl 3 atau -2 SD pada kurva pertumbuhan yang beaku pada populs tersebut. Penyebabnya dapat karena variasi normal, gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik atau karena kelainan endokrin.

Gangguan Autisme

Merupakan gangguan pekembangan pervasive pada anak yang gejlanya muncul sebelum nak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seuruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat, yang mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada anak autism mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

Retrdasi Mental

Merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah (IQ <70) Yang menyebabkan ketidakmampun individu untuk belajar dan beradaptsi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal

Gangguan pemusatan dan Perhatian dan Hiperaktivitas

Merupakan gangguan dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatin yang sering kali disertai dengan hiperaktivitas

Autisme

Autismemerupakan sutu ganggun perkembangan  mental emosional yang sering terjadi pada periode tumbuh kembang. oleh karenaya bayak yasyasan didirikan khusus untuk  mnampung par autis ntuk mndapatkan layana terapi bagi pnderita serta dukukngan moal bagi kedua orangtuanya eprti motivasi, ketlatenan selama anak melalui proes terapi dan tentunya pentinganya pengetahuan nurtisi bagi pnderita auti.

dmnPengertian autism ?

Autime dikemukan oleh dr. Leo Kanner pada 1943. Autise merupakan cara berfikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau oleh iri sendiri, menangggapi dunia berdasarkan englihatan dan harapan sendiri, dan menola realitas, keasyikan ekstrem dengan pikiran dan fantasi sendiri. Pakar lain mengatakan autism merupakan ketidaknormalan perkembngan yang samai yang sekarang tidak ada penyembuhaya dan gangguanya tidak hnya mempengaruhi kemampuan nak untuk belajar dan berfungsi di dunia luar tetapi juga kemampuanya untuk mengadakan hubungan dengan anggota keluarganya . Penyebab autis secara pasti belum di ketahui, di duga autis disebabkan karena adanya gangguan reticular system aktif (system saraf pusat), faktor genetik, metabolic dan biochemical Faktor genetic memegang peranan penting dalam terjadinya autisme   sehingga saudara dari para penyandang autism mempunyai resiko  untuk mengindap autism. Faktor lain adlah Karen adnaya gangguan syaraf pusat akibat gngguan metbolisme yang menggnggu kerja otak, seperti ekurangn vitamin, mineral, enzim, dan sebagainya.

Gejala Autisme yang tampak ?

Gangguan perkmbangan yang dialami ank autistic menyebabkan tidak belajar dengn cara yang sma seperti anak lin seusaina dan belajar jauh lebih sedikit dari lingkunganya bila dibandingkan dengana nak lain, Autisme merupakan kombinasu dari eberapa kegagaln prkmbangan, biasanya mengalami gengguan pada :

Komunikasi

Perkembangan bahasa sangat lambat atau bahkan tidak sama sekali.Penggunakan kata-kata yangtidk sesui degan makn yng dimaksud dan lebih serig berkomunikasi denan menggunakan gesture dari kata-kata serta kurang perhatian.

Interaksi Sosial

Pada keadaaan ini penderita autis lebih sennag menyendiri daripada bersama orang lain, menunjukanminat yang sangat kecil utnuk bertema, respon terhadap isyaat social seperti kontak mata dan senyuman sangat minim.

Gangguan Sensorik

Pederita mempunyai sensitivitas inderra (penglihatan, pendengaran, peraba, pencium dan perasa) yang sangat tinggi atau bisa pula sebaliknya.

Gangguan Bermain

Anak autistic umumnya kurang memiliki spontanitas dalam permainan yang brsifat imajinatif, tidak dapat emngimitasi orang lain dan tidak mempunyai inisiatif

Perilaku

Perilku penderita autis cenderung hiperaktif ataupun hipopasif eperti marah tanpa sebab yang jelas, perhatian yang sangat besar pada suatu benda, menampakan agresi pada diri sendiri dan orang laindan mengalami ksulitan dlam perubahan rutinitas.

Therapi untuk penderita autism?

Ada 3 metode utama  dlam terapi terhadap penderita autism , yaitu

Terapi dengan pendekatan psiko-dinamis

Terapi ini berorientasi psikodinamis terhadap individu aitistik. Pendekatan yang berorientasi psikodinamis didominasioleh teori-teori awal yang memandang autismesebagai suatu maslah ketidkteraturane emosional.

Terapi dengan intervene behavioral (edukasional)

Pendekatan ini telah terbukti dpat memperbaiki perilaku individu aitistik. Prinsipnya adalah mengjarkan perilaku yang sesuai dan diharapkan serta mengurangi perilaku-perilaku dalah pada individu autistic. Pendekatan ini juga menekankan pda pendidikan khusus yang difokuskan pada pengembangan kemampuan akademik dn keahlian-keahlian khusus.

Terapi medis dan nutrisi

Pada metode ini terapi medis berkembang tidak hanya menggunakan obat-obatan kimiawi untuk mengurangi gejala autis dan merangsang respon otak, tetapi juga memadukanya dengan terapi nutrisi. Secara jangka panjang, terapi nutrisi dengan pemberian suplemen kesehtan jauh lebih aman daripada terapi medis yang mempunyai efek samping.

GANGGUAN TMBUH KEMBANG YANG SERING DITEMUKAN

Gangguan bicara dan bahasa sensitive

Kemammpuan berbahasa merupakan indicator seluruh pekembangan anak. Karena kemampuan berbahasa sensitive terhadap keterlambatan atau kerusakan pada system lainya, sebab elibatkan kemampuan kognitif, motor, psikologis,emosi dan lingkungan sekita anak. Kurangnya stimuasi akan dapat menyebabkan gangguan bicara dan berbahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.

Cerebral palsy

Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progesif, yang disebabkan oleh karena suatu kerusakan atau gangguan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh atau belum selesai pertubuhnya.

Sindrom Down

Anak dengan sindrom down adalah individu yang dapat dikenal dari fenotipnya dan  mempuyai kecerdaasan yang terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlaah kromosom 21 yang lebih. Perkembanganya lebih lambat dari anak yang normal. Beberapa factor seperti kelainan jantung congenital, hipotonia yang berat, msalah biologis atau lingkungan lainya dapat menyebabkan keterlambatn perkembangann motorik dan keterampian untuk menlong diri sendiri.

Perawakan Pendek

Short stature atau perawakan pendek merupakan suatu terminology mengenai tinggi badan yang berada dibawah persenl 3 atau -2 SD pada kurva pertumbuhan yang beaku pada populs tersebut. Penyebabnya dapat karena variasi normal, gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik atau karena kelainan endokrin.

Gangguan Autisme

Merupakan gangguan pekembangan pervasive pada anak yang gejlanya muncul sebelum nak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seuruh aspek perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat, yang mempengaruhi anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada anak autism mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.

Retrdasi Mental

Merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah (IQ <70) Yang menyebabkan ketidakmampun individu untuk belajar dan beradaptsi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.

Gangguan pemusatan dan Perhatian dan Hiperaktivitas

Merupakan ganggGambaruan dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatin yang sering kali disertai dengan hiperaktivitas.

PERIODE TUMBUH KEMBANG ANAK

PERIODE TUMBUH KEMBANG ANAK

Tumbuh kembang anak beragsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkanbeberapa kepustakaa, maka periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:

  1. Masa Prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan)

Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :

  1. Masa Zigot/mudigah, sejak saat konsepsi samapi umur kehamilan 2 minggu
  2. Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8 atau 12 minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk system organ dalam tubuh.
  3. Masa janin/Fetus

Terjadi sejak umur kehamilan 9 atau 12 minggu sampai akhir kehamilan. Msa ini ddibagi menjadi dua periode, yaitu :

  • Masa fetus dini

Masa tersebut terjadi sejak kehamilan umur 9 minggu sampai trimester kedua kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.

  • Masa fetus lanjut

Padamasa ini terjadi pada trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer imunoglobin G (Ig G) dari darah ibu melalui plasenta Akumulasi  asam lemak essensial seri omega 3 (Dicisa Hexanic Acid) dan omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina.

Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin  sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kuran pada ibu hamil , infeksi , merokok, dan asaprokok, minuman berakohol. Obat-obat, baha-bahantoksik, pola asuh , depresi berat, factor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil,dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan 5 bulan.

Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat maka selama msa inta uterin, seorang ibu diharapkan :

  • Menjaga kesehtanya dengan baik
  • Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan
  • Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya
  • Memeriksa kesehatanya secara teratur ke sarana kesehatan
  • Memberi stimulasi dini terhadap janin
  • Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya
  • Menghindari stress baik fisik maupun psikis
  • Tidak berkrja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilanya.

2. Masa bayi (infancy) umur 0 sapai 11 bulan

Masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu :

  1. Masa neonatal

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-orga. Masa neonatal dibai menjadi dua periode yaitu masa neonatal dini yaitu umur 0-7 hari dan masa neonatal lanjut yaitu umur 8 sampai28 hari. Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat adalah :

  • Bayi ditolong oleh tenaga kesehtan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai
  • Untuk mengantiipasi resiko buruk pada bayi saat diahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bia dirasakan sudah saaatnya untuk melahirkan
  • Saat melahirkan sebaiknya didampingi ole keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.
  • Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan enuh suka cita dan penuh rasa syukur. Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan bayi ang dilahirkan.
  • Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan reflex menghisap diperhatikan oleh karena behubungan dengan masalah pemberian ASI.

2. Masa post (pasca) natal

Terjadi pada umur 29 hari sampai 11 bulan. Pada masaini terjadi pertumbuhan yang sangat pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus-menerus terutama meningkatnya fungsi system saraf. Seorang bayi akan bergantung pada ornagtua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak.

Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai.

Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sanga besar.

3. Masa Balita (umur 12 sampai 59 bulan)

Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembbangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi. Peroide penting dalam tumbuh ekmbang anak adalah masa balita. Pertmbuhan dasar yang ebrlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Setelah lahir terutama pada 3 bulan pertama kehidupan, pertumbuhan dan serabut sarsaf dan perkembangn sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut serabut saraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan saraf dan oak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel saraf ini berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.

Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran social, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat merupakan landasan perkembangan berikutya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia dikemudian hari.

4. Masa anak prasekolah (umur 60 sampau 72 bulan)

Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan menigktanya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukan keinginanya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembanganya. Pada masa ini , selain lingkungan di dalam rumah di luar rumah muali diperkenalkan. Anak mulai senag bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan bayak keluarga yang emnghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau k tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak.

Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasanabermain yang bersahabt untuk anak (child friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak , semakin baik untuk enunjang kebutuhan anak.

Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan system reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain.

Ornagtua dan keluarga diharapkan dapat emmantau pertumbuhan dan perkembangan aaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalamu kelainan atau gangguan.

KEBUTUHAN DASAR ANAK

Kebutuhan dasar anak meliputi :

1. Kebutuhan fisikk-biomedis (ASUH)

Kebutuhan fisik-biomedis melputi :

  1. Pangan atau gizi
  2. Perawatan kesehatan dasar
  3. Papan
  4. Hyegene atau sanitasi
  5. Sandang
  6. Kesegaran jasmani atau rekreasi
  7. Kabutuhan emosi atau kasih sayag (ASIH)

Kebutuhan emosi atau kasih sayang meliputi kontak fisik dan psikis sedini mungkin

2. Kebutuhan stimulasi mental (ASAH)

merupakan cikal bakal daam proses belajar pada anak untuk perkembangan mental psikososial.

POLA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Pola pertumbuhan dan perkembangan merupakan peristiwa yang terjadi selama proses pertumbuhna dan perkembanan pada anak

1. Pola perkembangan fisik yang terarah

Terdiri dari dua prinsip yaitu cephalcaudal dan proximal distal (Wong, 1995)

  • Cephalcaudal

Merupakan pola pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari kepala yang ditandai dengan perubahan ukuran kepaa yang lebih besar, kemudian berkembang kemampuan untuk menggerakan lebih cepat dengan menggelengkan kepala dan dilanjutkan ke bagian ekstremitas bawah lengan tangan dan kaki.

  • Proximal distal

Merupakan pola pertumbuhan dan perkembanan ynag dimulai dengan mengerakan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat/sumbu tengah, seperti menggerakan bahu dahulu baru kemudian jari-jari.

2. Pola perkembangan dari umum ke khusus

Yaitu pola pola pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dengan menggerakan daerah yang lebih umum (sederhana) dahulu baru kemudian daera ang lebih kompleks. Misalnya malembaikan tangan kemudianmemainkan jari.

3. Pola perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan latian belajar

Polaini mencerminkan cirri khusus dalam setiap tahapan perkembangan yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini perkembangan selanjutnya. Pada masa ini dibagi menjadi lima tahap yaitu

  1. Masa Pra lahir, terjadi pertumbuhan yang sangat cepat pada alat dan jarinan tubuh:
  2. Masa Neonatus, terjadi proses penyesuaian dengan kehidupan di luar rahim dan hampir sedikit aspek pertumbuhan fisik dalam perubahan.
  3. Masa bayi, terjadi perkembangan sesuai dengan lingkungan yang memepengaruhinya dan mempunyai banyak kemampuan untuk melindungi dan meghindari dari hal yang mngancam dirirnya
  4. Masa anak, terjadi perkembangan yang cepat dalam aspek sifat, sikap, minat dan cara penyesuaian dengan lingkungan.
  5. Masa remaja, terjadi perubahan kearah dewasa sehingga kematangan pada tanda-tanda pubertas.

4. Pola perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan latihan/belajar

Terdapat saat ang siap untuk menerima sesuatu dari luar untuk mencpaai proses kematangan dan kematangan yang dicapainyadapat disempurnakan melalui rangsangan yang tepat. Masa ini merupakan amasa kritis yang ahrus dirangsang agar mencapai perkembangan selanjutnya melalui prose belajar Guarsa dalam Hidayat, 2005).

PENATALAKSAAAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK

Pola Asuh anak sesuai asas-asaas kesehatan jiwa merupakan upaya pencegahan gangguan mental emosional pada anak. Yang memungkinkan untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat secara fisik, mental, emosional, sosial. Kemampuan mengenali adanya gangguan mental emosional pada anak usia dini yaitu dibawah 6 tahun akan sangat membantu dalam mencegah macam-macam gangguan mental emosional pada anak, kemampuan mendeteksi ada atau tidaknya gangguan, pemahaman sistem pelayanan kesehatan jiwa perlu dimiliki oleh tenaga kesehatan di lini terdepan yaitu puskesmas. Kemampuan ini sangat membantu masyarakat dalam menangani kasus-kasus gangguan mental emosional pada anak sejak dini.

 Apabila kita memahami proses perkembangan anak, maka kita akan melihat setiap fase perkembangan mempunyai problema yang karakteritik. Dengan demikian pada setiap fase perkembangan terdapat gangguan mental emosional yang tertentu. Kondisi perkembangan usia diagnosis dapat dini balita merupakan dasar bagi perkembangan anak selanjutnya sehingga  merupakan hall penting untuk di kenali dan diperhatikan. Berbagai gangguan mental emosional dibawah usia 6 tahun kebawah dan faktor yang memepengaruhinya perlu diketahui karena akan meningkatkan kesadaran tetang pentingnya pencegahan dan penatalaksanaan dini. Pemeriksaan tepat waktu dan penegakan diagnosis dapat memberikan dasar untuk intervensi yang efektif sebelum penyimpangan awal berkembang menjadi satu pola maladaptif yang menetap.

Relasi-relasi emosional yang membingungkan, karena sangat bertetangan atau kontroversal, baik yang diungkapkan secara terbuka, maupun secara diam-diam dipendam di hati, namun bisa dirasakan oleh anak. Dan setiap kali saja anak harus mengubah emosi-emosinya karena dipanas-panasi oleh salah satu pihak ditambah dengan banyak kekacauan batin pada diri anak. Kondisi sedemikian ini memudahkan kemunculan gangguan-gangguan kejiwaan.

Upaya memperoleh kesehatan jiwa adalah proses panjang yang dimulai dari tingkat perkembangan sejak dini, yaitu di masa anak-kanak. Upaya ini bukanlah hanya merupakan tanggung jawab keluarga dan pendidik. Dukungan pemerintah dan masyarakat diperlukan  agar anak dapat dibekali dan dibantu dalam mengatasi gangguan atau kesulitan yang dialaminya dalam proses tumbuh kembang. Diakui bahwa masalah kesehatan jiwa besifat luas dan komplek, melibatkan berbagai faktor dalam kehidupan manusia yang berhubungan erat.

Intervensi yang dapat dilakukan pada anak yang mengalami penyimpanagan masalah metal ekosional diantanraya adalah bila jawaban “YA”  hanya satu adalah sebagai berikut :

  1. Bila ada jawaban “YA” hanya satu
    1. Melakukan konseling kepada orang tua menggunkan buku pedoman pola asuh yang mendukung perkembangan anak.
    2. Lakukan evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan rujuk ke rumah sakit yang emmiliki asilitas kesehatan jiwa atau tumbuh kembang anak.
  2. Bila ada jawana “YA”ditemukan dua atau lebih

Bila ada jawaban “YA” ditemukan dua atau lebih rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa atau tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi mengenai jumlah dan msalah mental emosional yang ditemukan.

Secara umum dibedakan antara tenaga yang terlibat dalam mental health care, yaitu semua tenaga yang berperan serta dalam mayarakat dan keluarga, dengan tenaga yang tercakup dalam phychiatric service. Mereka yang termasuk dalam pelayanan psikiatrik adalah tenaga formal dalam pelayanan kesehatan, mulai daripelayanan kesehatan dasar sampai dengan rujukan yang sangat spesialistik.5

Dalam penanganan kasus gangguan mental emosional anak usia 6 tahun kebawah, profesi yang terlibat adalah:5

  1. Psikiater Anak
  2. Neurolog Anak
  3. Psikologi Perkembangan
  4. Dokter Umum atau Dokter keluarga
  5. Dokter Public Health dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
  6. Perawat Umum atau Perawat Psikiatrik Anak
  7. Pendadog (Special Eavoator)
  8. Terapis Wawancara (Speech Therapist)
  9. Terapis Okupasional (OccupationalTherapist)

Pemahaman mengenai profesi inti dalam upaya kesehatan jiwa diharapkan dapat membantu dokter di puskesmas dalam mempoposisikan diri pada penanganan kasus gangguan metal emosional pada anak usia 6 tahun kebawah.

Upaya memperoleh kesehatan jiwa memerlukan dukungan pemerintah dan masyarakat agar oang tuda dapatmengetahui adaya gangguan yang dialami anak sejak dini sehingga upaya penyembuhanya dapat diupayakan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Orang tua perlu dibantu dalam mengenali dan menangani gangguan yang atau kesulitan anak dalam proses tumbuh kembangnya. Sehingga para ahli menyepakati bahwa kemampuan menata emosi dan kesadaran sebagai mahkluk ciptaan Tuhan adalah hasil dari proses yang dijalani selama masa perkembangan. Cara merawat, mengasuh, mendidik anak diyakini sanat besar pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian anak kelak sebagai orang dewasa. Artinya banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan intervensi, dari  manapun anak berasal agar dia menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani, mampu menyesuaikan diri dan selalu dapat menyikapi dan menyiasati semua perubahan kondisi dan situasi secara positif.

Sehat jasmani dan rohani akan mengantarkan mereka untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas yang merupakan modal utama yang diperlukan bangsa dan negara untuk dapat membawa indonesia menjadi negara yang tidak hanya mampu bertahan sebagai negara merdeka namun juga aktif dalam kancah persaingan di tingkat global. Dengan kata lain derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehataan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Sehingga masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA:

Dahsriharti, Ismail I, Mario GP, Poernomo I, Noorhana, Gitayanti, Et al. 2006.Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Gangguan MentalEmosional Anak Usia 6 Tahun Kebawah. Jakarta : Depkes RI.

Kartono, K. 2002. Patologi Sosial. Jakarta: CV Rajawali

Kemenkes. RI. 2010. Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Depkes.

Hidayat, A.A. 2008. Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.

PERKEMBANGAN ANAK BERDASARKAN UMUR

Ketika memasuki usia tiga tahun, anak mulai memperoleh kesadaran diri berikut pengetahuan-pengetauan tentang aturan dan penerimaan standar sosial. Anak dapat mengevaluasi pikiran, rencana, keinginan, dan tingkah lakunya dengan pertimbangan sosial yang sesuai. Dengan cara ini anak mengevaluasi diri, seperti rasa bangga, bersalah dan malu.Setiap orang menampilkan reaksi emosi yang berbeda, baik dari segi bagaimana mereka merasakanya, peristiwa apa yang menjadi pencetusnya, dan bagaimana manifestasi fisik yang ditunjukan, serta apa yang mereka lakukan.12 Kehidupan fantasi anak usia tiga tahun akan membantunya mengeksplorasi dan mendapatkan berbagai emosi, dari cerita dan ketergantungan sampai marah, protes dan ketakutan. Tidak saja mencoba berbagai identitas sendiri, tetapi juga seringkali memberikan kualitas hidup dan emosi terhadap benda-benda tidak bernyawa seperti pohon. Pada usia ini anak menjadi energik, penuh semangat, suka memerintah, suka berkelahi dan secara umum mempunyai perilaku yang tak terkendali. Pada akhirya, fase ini akan hilang (tepat ketika orang tua tidak bisa menahanya) dan perlahan-lahan seorang anak yang tenang, serta lebih percaya diri muncul pada ulang tahunya yang kelima.

Ketika anak memasuki usia empat tahun adalah usia yang sulit dihadapi. Setiap hari akan muncul tantangan baru yang perlu dihadapi. Gejolak emosional yang tinggi dan rendah membuat anak tampak tenang dan berani di satu saat tetapi tidak tenang dan merengek di saat lain. Selain itu, anak usia empat tahun mulai membangun beberapa rutinitas, tidak menghendaki perubahan karena takut kalau dia tidak tahu apa yang harus dilakukanya. Sikap yang kaku ini mencerminkan perasaan tidak aman yang di alaminya selama bulan-bulan ini. Perilaku anak yang di luar batas juga terlihat pada bahasa yang digunakanya. Anak sedang menggunakan kata-kata kasar dan mengamati ekspresi orang tua ketika mengucpkanya. Anak menggunakan kata-kata ini untuk mendapat respon dari orang lainsehingga tidak perlu bereaksi berebihan dalam menghadapi anak tersebut. Pada usia ini anak masih kurang memahai tentang kepemilikan . Segala sesuatu dianggap miliknya. Anak usia empat tahun bukanlah pencuri atau pembohong, Mereka hanya beranggapan bahwa kepemilikan adalah hak kepunyaaanya.

Yang juga terlihat jelas sepanjang tahun ini adalah lonjakan besar dari ide-ide imajinatif yang muncul dari pikiran dan mulut si anak. Semua jenis pemikiran dan perilaku ini membantu anak membangun dasar yang kokoh sewaktu di melangkah kedunia taman kanak-kanak.

Kehidupan fantasi anak yang berusia empat tahun akan tetap sangat aktif . Akan tetapi, dia sekarang belajar membedakan antara kenyataan dan yang dibuat-buat, dan anak akan dapat masuk-keluar di antara kedua keadaan tersebut tanpa menjadi bingung. Pada usia ini juga mulai menunjukan minatnya dalam seksualias dasar, baik pada dirinya sendiri maupun seksualitas terhadap jenis kelamin yang berbeda. Selain itu, Anak dapat juga terpesona terhadap ayah atau ibunya. Anak perempuan berusia empat tahun akan bersaing dengan ibunya untuk mendapatkan perhatian ayahnya, sama seperti anak laki-laki berlomba untuk mendapatkan perhatian dari ibunya.19 Pada akhir masa kanak-kanak biasanya mulai pada usia 5 atau 6 tahun dan tepat pada waktu anak mulai sekolah. Ini adalah masa yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang kuat dan kemampuan-kemampuan intelektual yang sangat penting. Ketika anak memasuki tahun-tahun akhir masa kanak-kanak biasanya anak mulai bergabung dengan kelompok dan menemukan tempatnya sendiri diantara teman-teman sebayanya. Melalui proses sosialisasi ini, anak mulai membedakan peran laki-laki dan wanita, menguji kemampuan-kemampuanya sendiri dalam hubunganya dengan kemampuan dari kawan-kawanya dan mempelajari beberapa keterampilan sosial dasar. Apa saja yang mengganggu proses tersebut dapat menimbulkan stres dan gangguan kepribadian. Kondisi-kondisi  lain yang dapat merusak perkembangan anak adalah bila anak dikekang dan tingkah lakunya dibatasi sedemikian rupa agar anak turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang lebih menyenangkan orang tua daripada menyenangkan dirinya sendiri yang dapat mengalami masalah-masalah sulit dalam penyesuaian diri sama seperti anak yang terlalu dimanjakan dan menjadi egosentrik.  Dengan bertambahnya umur, menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam ekspresi emosional. Bertambahnya pengetahuan dan pemanfaatan media massa atau keseluruhan latar belakang pengalaman, berpengaruh terhadap perubahan-perubahan emosional ini.

 

DAFTAR PUSTAKA :

Sastroasmoro, S. 2007. Membina Tumbuh-Kembang Bayi dan Balita. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

 

Mashar, R. 2011. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembanganya. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Puspitasari, AM. The Probem Health Of Ummah and Solution [Serial Online]. 5 Januari 2012 [dikutip pada tangga 4 Mei 2012 jam 14.30 WIB] tersedia dari:URL: http://http://blog.fkik.umy.ac.id/pski/2012/ 01/05/the-problem-health-of-ummah-and-solution