Kesehatan Anak Prasekolah

Anak adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa..1 Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah  utama  dalam bidang kesehatan saat ini di negara indonesia. Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehataan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Sehingga masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa.2

Upaya Pemerintah dalam  rangka menurunkan angka kematian anak balita adalah dengan membuat berbagai kebijakan untuk mengatasi segala persoalan yang terjadi pada anak salah satu diantaranya adalah meningkatkan manajemen kesehatan. Dalam hal ini peningkatan manajemen pelayanan kesehatan melalui pendayagunaan tenaga kesehatan professional, yang mampu secara langsung mengatasi masalah kesehatan anak seperti perawat, bidan, serta dokter yang berada di Puskesmas yang secara langsung berperan dalam pemberian pelayanan kesehatan.2

1

Selama masa kanak-kanak terdapat beberapa peluang waktu yang berubah secara signifikan dalam perkembangan anak.  Perubahan-perubahan  ini mengacu pada interaksi yang kompleks. Pada masa ini disebut juga sebagai windows of opportunity for development and learning, pengaruh lingkungan lebih diterima dibandingkan dengan masa-masa lain.  Kegagalan dalam berbagai pengalaman pada masa ini akan menyebabkan anak tidak termotivasi atau tidak mampu meraih potensi-potensi dikemudian hari.3 Masa awal kanak-kanak (tahun-tahun prasekolah 3-6 tahun) mulai mengembangkan berbagai aktivitas dan perilaku yang lebih bertujuan.4 Sedangkan Lingkungan yang memberi kesempatan bereksploraasi akan dapat mengembangkan kemampuan anak untuk menerima tanggung jawab, aktif, dan memiliki keterlibatan dengan  lingkungan. Namun perasaan bersalah yang tidak menyenangkan dapat muncul jika anak tidak mampu melakukan aktivitas-aktivitas baru.3

Indonesia memiliki jumlah balita sangat besar yaitu sekitar 10 persen dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di indonesia perlu mendapatkan perhatian serius.4

Aspek tumbuh kembang pada anak dewasa ini, juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian serius  oleh para pakar, karena hal tersebut merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial.5 Manusia dalam kehidupan mengalami berbagai tahapan tumbuh kembang dan setiap tahap mempunyai ciri tertentu. Tahapan tumbuh kembang yang paling memerlukan perhatian adalah pada masa anak-anak. Meskipun keduanya mempunyai arti yang berbeda, namun keduanya saling mempengaruhi dan berjalan secara simultan (bersamaan).6

Perkembangan merupakan perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditinjau oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam passage waktu  tertentu  menuju  kedewasaan. Fenomena atau gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh  timbal balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan.7 Perkembangan itu sendiri hasil interaksi kematangan sistem saraf pusat dengan organ-organ yang dipengaruhinya misalnya perkembangan neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosial.4

Adapun hal-hal yang diperhatikan pada diri seorang anak salah satunya bahaya emosi. Dalam hal ini anak akan dianggap tidak matang baik oleh teman-teman  sebaya maupun orang-orang dewasa, kalau  ia masih menunjukan pola-pola ekspresi emosi yang kurang menyenangkan.8 Perasaan-perasaan yang tidak aman yang dalam, tidak adekuat, bersalah, rendah diri, bermusushan, benci, cemburu, dan iri hati adalah tanda-tanda gangguan emosi dan dapat menyebabkan mental tidak sehat.Jika terjadi pada anak usia dibawah 6 tahun yang ditandai dengan kesulitan dalam berperilaku, yang dikemukakan oleh orang tua dengan keluhan  adanya  Perkembangan  yang terlambat, ketidakmampuan  menyesuaikan diri atau adaptasi, tidak bisa diam, hiperaktif, sulit berkonsentrasi, agresif, tidak lancar berkomunikasi maka anak tersebut dicurigai mengalami gangguan mental emosional.9

Dari pemberitaan di media massa terlihat adanya peningkatan  kasus gangguan  mental emosional, yang menyangkut juga anak-anak usia dibawah 10 tahun. Ada anak-anak yang mengalami perlakuan tidak senonoh di usia yang sangat muda bahkan dibawah 6 tahun kebawah, seperti pemerkosaan, pelecehan seksual serta tindakan kekerasan atau penelantaran emosional yang tentunya berdampak negatif terhadap perkembangan anak.9

Apabila muncul sifat tersebut maka perlu dilakukan Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional yaitu kegiatan atau  pemeriksaan  untuk menemukan secara dini adanya masalah  mental emosional agar dapat segera dilakukan  tindakan  intervensi. Sebab Apabila penyimpagan mental emosional terlambat diketahui, maka intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak, terutama pada anak-anak usia pra sekolah.4

DAFTAR PUSTAKA

1.        Hidayat, A.A. 2008. Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.

2.        Anonim. Pengertian dan Definisi Emosi. [serial online][dikutip tanggal 6 Mei jam 0:27 WIB] Tersedia dari : URL : http://carapedia.com/pengertian_definisi_anak_info2003.html

3.        Mashar, R. 2011. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembanganya. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

4.        Depkes.  2010. Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Depkes.

5.        Nursalam, 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk perawat dan bidam). Jakarta: Salemba Medika.

 

6.        Hidayat,A.A. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan anak. Jakarta: Salemba Medika

7.        Zein, AY dan Suryani, E. 2005. Psikologi Ibu dan Anak. Yogyakarta: Fitramaya.

8.        Hurlock, EB. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga

9.        Dahsriharti, Ismail I, Mario GP, Poernomo I, Noorhana, Gitayanti, Et al. 2006.Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Gangguan Mental Emosional Anak Usia 6 Tahun Kebawah. Jakarta : Depkes RI.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s